Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Gubernur Maluku Apresiasi Festival Hadroh di Negeri Hitu

155
×

Gubernur Maluku Apresiasi Festival Hadroh di Negeri Hitu

Sebarkan artikel ini

KABARINDONESIANEWS.COM — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengapresiasi pelaksanaan Festival Hadroh di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, yang digelar dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (6/9/2026).

Menurut Lewerissa, Festival Hadroh tidak hanya menjadi ajang seni keagamaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat keimanan, persaudaraan, pelestarian tradisi, dan kerukunan masyarakat Maluku.

Example 300x600

Hal tersebut disampaikan Lewerissa dalam sambutannya pada Festival Hadroh di Negeri Hitu. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Negeri Hitu, panitia penyelenggara, peserta, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Lewerissa mengatakan, Jazirah Leihitu memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Maluku. Wilayah tersebut sejak dahulu dikenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam sekaligus tempat berkembangnya tradisi dan seni Islam di Maluku.

“Negeri Jazirah Leihitu adalah negeri yang sejak dahulu kala menjadi pusat penyebaran Islam di Maluku. Di sinilah denyut awal budaya dan seni Islam berakar kuat,” ujar Lewerissa.

Ia menilai, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya dapat diisi dengan ceramah dan doa, tetapi juga melalui kegiatan seni yang mengandung pesan-pesan kebaikan.

Menurutnya, seni hadroh memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar hiburan. Lantunan syair dan shalawat yang diiringi rebana dapat menjadi media dakwah untuk memperkuat keimanan, membentuk akhlak, serta mendorong kehidupan sosial yang dilandasi kasih sayang, toleransi, dan persaudaraan.

“Agama mengajarkan kedamaian, seni menghadirkan keindahan, dan persaudaraan menghadirkan kekuatan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Lewerissa juga menekankan pentingnya menjadikan Festival Hadroh sebagai ruang untuk memperkuat persaudaraan masyarakat Maluku. Ia menyebut nilai-nilai Pela Gandong, gotong royong, dan kehidupan bersama dalam keberagaman sebagai kekuatan sosial yang perlu terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda.

Lewerissa menyebut terdapat tiga makna strategis dari pelaksanaan Festival Hadroh. Pertama, kegiatan tersebut menjadi sarana membangkitkan semangat generasi muda. Keterlibatan anak muda dalam seni hadroh, menurutnya, menunjukkan bahwa tradisi Islam Nusantara masih hidup dan terus diwariskan.

Kedua, Festival Hadroh dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi dan identitas masyarakat Maluku. Hadroh tidak hanya dipandang sebagai seni, tetapi juga sebagai media dakwah dan silaturahmi serta bagian dari kehidupan masyarakat yang religius.

Ketiga, kegiatan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari wisata religi di Maluku.

Lewerissa meyakini kegiatan keagamaan dan kebudayaan seperti Festival Hadroh dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dari luar Maluku. Wisatawan tidak hanya dapat menyaksikan kegiatan keagamaan, tetapi juga merasakan suasana spiritual dan kekayaan tradisi yang berkembang di Negeri Hitu.

Menurutnya, pengembangan wisata religi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui peningkatan aktivitas UMKM, kuliner, kerajinan lokal, dan sektor ekonomi lainnya.

“Insya Allah, Negeri Hitu akan menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Maluku,” harapnya.

Kepada para peserta Festival Hadroh, Lewerissa berpesan agar menampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung sportivitas dan membangun persahabatan antarpeserta.

Ia menegaskan, kemenangan bukan menjadi satu-satunya tujuan dalam sebuah festival. Menurutnya, memperluas silaturahmi dan memperkuat persaudaraan jauh lebih penting.

Lewerissa berharap Festival Hadroh dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari upaya membangun Maluku yang religius, damai, rukun, maju, dan sejahtera.

“Mari kita jadikan Festival Hadroh ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat Maluku yang religius, damai, rukun, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Provinsi Maluku, Anggota DPRD Maluku, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Maluku, sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Maluku, serta sejumlah Raja Negeri. (Red/Diskominfo Maluku)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page