KABARINDONESIANEWS.COM — Pelantikan Pengurus Ikatan Kerahiman Masyarakat (IKAMA) Ori Jaya periode 2026–2031 di Gumati Resort CC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan masyarakat Maluku di tanah rantau sekaligus meningkatkan peran organisasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa yang dibacakan Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Maluku di Jakarta, Saiful Indra Patta, disampaikan bahwa pelantikan pengurus baru IKAMA Ori Jaya tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi merupakan momentum untuk meneguhkan tanggung jawab, pengabdian, dan komitmen organisasi dalam menjaga persaudaraan serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
“Katong pung basudara adalah katong pung kekuatan. Katong pung persatuan adalah katong pung modal utama pembangunan,” pesan Gubernur Maluku.
Menurut Lewerissa, keberadaan IKAMA Ori Jaya memiliki arti penting bagi masyarakat Maluku, terutama mereka yang tinggal jauh dari kampung halaman. Organisasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul dan mempererat hubungan kekeluargaan, tetapi juga ruang untuk membangun kepedulian, solidaritas, pengembangan potensi, serta berkontribusi dalam pembangunan Maluku.
Ia mengatakan Maluku dibangun dari keberagaman negeri, suku, budaya, bahasa, agama, dan tradisi. Keragaman tersebut, kata dia, dipersatukan oleh nilai-nilai persaudaraan seperti pela-gandong, hidup orang basudara, dan semangat kebersamaan.
“Nilai-nilai tersebut merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga, termasuk ketika masyarakat Maluku berada di perantauan,” ujar Lewerissa dalam sambutannya.
Karena itu, kepengurusan IKAMA Ori Jaya periode 2026–2031 diharapkan mampu membangun organisasi yang solid, inklusif, terbuka, dan produktif. Gubernur mengingatkan agar aktivitas organisasi tidak hanya terlihat dalam kegiatan seremonial, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.
Menurutnya, program organisasi perlu menyentuh berbagai persoalan masyarakat, antara lain pendidikan, ekonomi, sosial, kepemudaan, kebudayaan, serta peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Selain memperkuat hubungan internal, Gubernur juga mengingatkan masyarakat Maluku di perantauan untuk menjaga sikap dan nama baik daerah. Filosofi “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” dinilai penting sebagai pedoman dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Setiap sikap dan perilaku masyarakat Maluku di tanah rantau, kata Lewerissa, merupakan bagian dari cerminan daerah asal. Karena itu, menjaga nama baik Maluku menjadi tanggung jawab bersama.
Gubernur juga menekankan peran IKAMA Ori Jaya dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis di wilayah Jabodetabek. Masyarakat Maluku diajak berjalan bersama Pemerintah Daerah DKI Jakarta dalam menjaga kondusivitas ibu kota dan mendukung program #JagaJakarta sebagai bentuk tanggung jawab sosial sebagai warga yang tinggal dan beraktivitas di wilayah Jabodetabek.
Sebagai organisasi kemasyarakatan, IKAMA Ori Jaya diharapkan menjadi salah satu kekuatan sekaligus modal sosial dalam pembangunan. Organisasi ini dinilai memiliki peran dalam membangun harmoni dan perdamaian di tengah masyarakat serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Kepada pengurus yang baru dilantik, Gubernur berpesan agar kepengurusan dijalankan secara solid dan terbuka. Perbedaan, menurutnya, harus ditempatkan sebagai kekuatan dan bukan sumber perpecahan.
Ia juga meminta hubungan kekeluargaan terus dirawat agar dinamika dan kesibukan organisasi tidak menghilangkan kepedulian serta semangat persaudaraan.
“Potong di kuku, rasa di daging,” menjadi salah satu filosofi yang kembali ditekankan Gubernur. Filosofi tersebut menggambarkan semangat saling merasakan dan membantu ketika salah satu bagian dari masyarakat menghadapi persoalan.
Program kerja IKAMA Ori Jaya, lanjutnya, diharapkan tidak berhenti pada kegiatan formal, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya melalui program sosial, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan pemberdayaan generasi muda.
Sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan juga dinilai penting untuk memperluas kontribusi organisasi.
Gubernur berharap IKAMA Ori Jaya dapat menjadi rumah bersama bagi masyarakat Maluku, tempat setiap anggota merasa dihargai, dilindungi, dan memiliki ruang untuk berkontribusi.
Pelantikan pengurus periode 2026–2031 tersebut diharapkan menjadi awal perjalanan baru IKAMA Ori Jaya dalam merawat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga nama baik Maluku di mana pun berada.
Kegiatan pelantikan dihadiri Ketua Umum DPP IKAMA Ori Jaya beserta jajaran pengurus, sesepuh masyarakat Ori, para ketua organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, serta pimpinan organisasi paguyuban Maluku se-Jabodetabek. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, panitia penyelenggara, dan para undangan. (Red/Diskominfo Maluku)

















