Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Kondisi Jalan Provinsi di Oba Kota Tidore Kepulauan, Desa Lifofa dan Sekitarnya Sangat Memprihatinkan

251
×

Kondisi Jalan Provinsi di Oba Kota Tidore Kepulauan, Desa Lifofa dan Sekitarnya Sangat Memprihatinkan

Sebarkan artikel ini

KABARINDONESIANEWS.COM Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Oba Selatan, khususnya di Desa Lifofa, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara, saat ini tampak sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil pantauan langsung tim media di lapangan pada Rabu, 5 November 2025, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan parah dan dinilai tidak layak lagi digunakan oleh masyarakat.

Jalan utama yang menghubungkan Desa Lifofa menuju Desa Tagalaya hingga Desa Nuku tampak dipenuhi lubang besar, bebatuan lepas, serta beberapa jembatan yang nyaris roboh. Kondisi ini membuat mobilitas warga terganggu, terutama saat musim hujan tiba.

Example 300x600

Salah seorang warga Desa Lifofa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rusaknya jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan berarti dari pemerintah.

“Letak Desa Lifofa, Desa Tagalaya, dan Desa Nuku yang jauh dari pusat ibu kota kepulauan maupun ibu kota provinsi membuat pembangunan di daerah kami seolah luput dari perhatian pemerintah,” ujarnya dengan nada kecewa.

Masyarakat setempat berharap agar Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah mereka. Menurut warga, akses jalan yang baik sangat penting untuk menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, serta keselamatan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Talib, warga Desa Tagalaya, juga menyoroti kondisi jalan provinsi dari Payahe menuju desa-desa di wilayah Oba Selatan yang rusak parah. Ia menjelaskan bahwa proyek pembangunan jalan dan jembatan yang dimulai sejak tahun 2019 seharusnya sudah saatnya mendapat perbaikan kembali.

“Kalau musim hujan datang, air banjir mengalir di sepanjang jalan. Bahkan jembatan yang sudah roboh ikut dipenuhi air. Akibatnya, kami kesulitan bepergian ke ibu kota kepulauan maupun ke ibu kota provinsi. Sering kali terjadi kecelakaan bagi pengendara motor maupun mobil,” keluhnya.

Talib menambahkan, pada musim hujan seperti saat ini, warga sangat menderita karena jalan dan jembatan yang rusak membuat mereka tidak dapat melintas. Banyak warga bahkan terpaksa menunggu berjam-jam di tepi sungai hingga arus air surut agar bisa menyeberang dengan kendaraan.

Masyarakat berharap pemerintah dapat segera turun tangan memperbaiki infrastruktur jalan dan jembatan tersebut, karena fasilitas itu merupakan urat nadi perekonomian dan transportasi warga di wilayah Oba Selatan.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dikhawatirkan akan semakin memperburuk akses ekonomi, pendidikan, serta mengancam keselamatan masyarakat yang beraktivitas setiap hari.

Kaperwil Malut: Munces

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page