Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Sekda Maluku Buka Festival Ketupat Telaga Kodok 2026, Perkuat Semangat Hidup Orang Basudara

19
×

Sekda Maluku Buka Festival Ketupat Telaga Kodok 2026, Perkuat Semangat Hidup Orang Basudara

Sebarkan artikel ini

KABARINDONESIANEWS.COM Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, secara resmi membuka Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 di Dusun Telaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (30/5/2026). Festival yang digelar dalam suasana pasca-Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah tersebut menjadi momentum memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan pelestarian budaya masyarakat Maluku.

Pada kesempatan itu, Sadali membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku. Ia menyampaikan permohonan maaf Gubernur Hendrik Lewerissa yang tidak dapat hadir secara langsung karena harus mengikuti agenda kedinasan yang telah terjadwal sebelumnya.

Example 300x600

Meski demikian, Gubernur menitipkan salam hormat kepada seluruh masyarakat Dusun Telaga Kodok serta menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan Festival Ketupat sebagai bagian dari kekayaan budaya Maluku.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa Festival Ketupat bukan sekadar agenda budaya dan wisata, tetapi juga menjadi simbol kuat persaudaraan dan semangat hidup orang basudara yang diwariskan secara turun-temurun oleh para leluhur Maluku.

“Festival Ketupat merupakan bagian dari sukacita masyarakat pasca-perayaan Iduladha yang bukan sekadar agenda budaya dan wisata. Lebih dari itu, festival ini menjadi simbol kuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat hidup orang basudara yang telah diwariskan oleh para leluhur di Maluku,” kata Sadali saat membacakan sambutan Gubernur.

Festival tahun ini mengusung tema “Datang sebagai Tamu, Pulang sebagai Keluarga dalam Bingkai Hidup Orang Basudara: Satu Ketupat, Seribu Cerita.” Tema tersebut dinilai mencerminkan karakter masyarakat Maluku yang terbuka, ramah, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan.

Menurut Gubernur, tradisi ketupat yang diwariskan dari generasi ke generasi mengandung nilai-nilai luhur seperti toleransi, gotong royong, solidaritas sosial, serta persatuan dalam keberagaman. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Maluku.

Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026 juga menjadi penyelenggaraan yang istimewa karena menandai tahun kelima pelaksanaan festival sejak pertama kali digelar pada 2022. Dalam perkembangannya, festival ini terus mendapat sambutan positif dari masyarakat maupun pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

Berawal dari inisiatif masyarakat untuk melestarikan tradisi pasca-Iduladha dan memperkuat kebersamaan, Festival Ketupat kini berkembang menjadi agenda budaya yang tidak hanya mempererat silaturahmi antarwarga, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya lokal dan potensi pariwisata Kecamatan Leihitu.

Pemerintah Provinsi Maluku turut memberikan apresiasi kepada masyarakat Dusun Telaga Kodok, pemerintah negeri, para raja, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, panitia penyelenggara, serta Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah yang telah berkolaborasi menyukseskan pelaksanaan festival.

Selain berperan dalam pelestarian budaya, festival ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berharap Festival Ketupat dapat terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal, nasional, hingga mancanegara.

“Perbedaan yang kita miliki bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita dalam membangun Maluku yang maju, inklusif, berdaya saing, dan sejahtera,” ujar Sadali membacakan pesan Gubernur.

Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya, serta menanamkan semangat hidup orang basudara kepada generasi muda agar warisan luhur para leluhur tetap terjaga sepanjang masa.

Usai membacakan sambutan Gubernur, Sadali bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Nita Bin Umar, Raja Negeri Hitu Lama, Raja Negeri Hitumesing, dan Ketua Panitia Festival Ketupat melakukan pemukulan tifa sebagai tanda resmi dibukanya Festival Ketupat Dusun Telaga Kodok Tahun 2026.

Setelah prosesi pembukaan, rombongan meninjau stan-stan festival serta menikmati hidangan ketupat dan aneka olahan ikan yang disiapkan oleh panitia dan masyarakat setempat.

Pelaksanaan festival tahun ini mencatat peningkatan partisipasi masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 48 stan disiapkan dengan total 40.552 ketupat yang disajikan kepada pengunjung. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun lalu yang mencapai sekitar 39 ribu ketupat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Maluku Nita Bin Umar, Staf Ahli Bupati Maluku Tengah Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Zahlul Ikhsan, anggota DPRD Maluku Tengah Dian Ruhunussa, serta Raja Negeri Hitu Lama dan Raja Negeri Hitumesing. (Red/Diskominfo Maluku)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page