KABARINDONESIANEWS.COM –Kebaktian Peringatan Natal yang diselenggarakan Gereja Satu Jam Saja (GSJS) Sore Wijaya Kusuma, Surabaya, berlangsung khidmat dan sarat pesan reflektif, Minggu sore (21/12/2025). Ibadah tersebut tidak hanya menjadi perayaan kelahiran Yesus Kristus, tetapi juga ajakan bagi jemaat untuk memaknai Natal secara lebih mendalam dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak awal ibadah, suasana khusyuk terasa melalui puji-pujian jemaat yang mengalun tenang, mengiringi doa serta pembacaan firman Tuhan. Kesederhanaan rangkaian ibadah justru menegaskan makna Natal sebagai peristiwa iman, bukan sekadar perayaan seremonial tahunan.
Dalam khotbah Natalnya, Pendeta Agus Gunawan menekankan bahwa perayaan Natal kerap kehilangan makna apabila hanya dimaknai secara simbolik.
“Natal bukan berhenti pada lagu, lilin, dan ucapan selamat. Natal adalah keberanian untuk hidup dalam kasih, keadilan, dan kepedulian di tengah dunia yang semakin individualistis,” tegasnya.
Ia mengajak jemaat untuk menjadikan Natal sebagai panggilan hidup, yakni menghadirkan iman secara nyata di tengah masyarakat, khususnya bagi mereka yang kecil, lemah, dan terpinggirkan.
Kebaktian peringatan Natal tersebut juga diisi dengan persembahan pujian jemaat serta pelayanan doa. Seluruh rangkaian ibadah berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan yang kuat antarjemaat.
Salah satu pengurus GSJS Sore Wijaya Kusuma menyampaikan bahwa kebaktian Natal ini menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus menguatkan arah pelayanan gereja ke depan.
“Kami berharap semangat Natal tidak berhenti pada perayaan hari ini, tetapi terus diwujudkan dalam tindakan nyata jemaat di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Melalui kebaktian peringatan Natal ini, GSJS Sore Wijaya Kusuma menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembentukan iman yang kritis, membumi, dan relevan dengan tantangan zaman.
Reporter: Yonathan

















