Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Diskominfo Maluku dan Densus 88 Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme Melalui Edukasi dan Literasi Digital

30
×

Diskominfo Maluku dan Densus 88 Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme Melalui Edukasi dan Literasi Digital

Sebarkan artikel ini

KABARINFONESIANEWS.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Maluku menerima kunjungan silaturahmi dan koordinasi jajaran Densus 88 Anti Teror Polri Wilayah Maluku yang didampingi Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Maluku di ruang Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Senin (6/7/2026).

Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi dalam mengantisipasi ancaman terorisme dan penyebaran paham radikalisme melalui penguatan edukasi, literasi digital, dan publikasi kepada masyarakat.

Example 300x600

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Titus Renwarin, menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen Diskominfo untuk mendukung upaya pencegahan melalui penyebarluasan informasi yang edukatif dan membangun kesadaran masyarakat.

“Kami siap mendukung publikasi berbagai strategi pencegahan terorisme. Kami juga mengharapkan dukungan seluruh komponen masyarakat agar bersama-sama mencegah terjadinya terorisme dan berbagai ancaman yang dapat merugikan kepentingan kita bersama,” ujar Titus.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Wilayah (Kasatgaswil) Maluku Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Pol. I Wayan Sukarena, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa upaya pencegahan terorisme dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Menurutnya, kunjungan ke Diskominfo Provinsi Maluku merupakan langkah membangun kerja sama dalam publikasi dan peningkatan literasi digital yang memuat pesan-pesan pencegahan terhadap paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme.

“Melalui publikasi dan edukasi yang masif, kami ingin memberikan semacam ‘vaksin’ informasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpapar paham-paham yang mengarah pada radikalisme dan terorisme,” kata Wayan.

Ia menambahkan, selain menjalankan program deradikalisasi, Densus 88 juga memprioritaskan langkah pencegahan terhadap kelompok masyarakat yang dinilai rentan terpapar, seperti remaja dan pelajar yang tengah berada pada fase pencarian jati diri.

“Kelompok ini rentan terpapar paham radikalisme, ujaran kebencian, intoleransi, maupun ideologi kekerasan lainnya. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi sangat penting,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, koordinasi juga diperkuat bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Maluku. Langkah ini dinilai penting mengingat posisi geografis Maluku yang berbatasan dengan sejumlah negara, sehingga diperlukan pengawasan dan kolaborasi yang lebih intensif untuk menutup potensi celah yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok radikal.

Melalui sinergi antara Diskominfo Provinsi Maluku, Densus 88 Anti Teror Polri, dan Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Maluku, diharapkan upaya pencegahan terorisme dan penyebaran paham radikalisme dapat berjalan lebih efektif, sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Maluku agar tetap aman, damai, dan kondusif. (Red/Diskominfo Maluku)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page