KABARINDONESIANEWS.COM – Menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri, potensi kenaikan harga bahan pokok mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota Ambon. Kelancaran distribusi barang di Pelabuhan Yos Sudarso, sebagai pintu utama arus logistik masuk ke ibu kota Provinsi Maluku, dinilai menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon, Febby Siegers, menegaskan bahwa Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Ambon memiliki peran sentral dalam memastikan distribusi berjalan lancar.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) TKBM Pelabuhan Ambon, Rabu (11/02/2026), di Amaris Hotel Ambon.
“Distribusi adalah kunci. Kalau bongkar muat di pelabuhan terganggu, dampaknya langsung ke pasar. Pasokan tersendat, harga bisa melonjak. Ini yang harus kita antisipasi bersama,” tegas Febby.
Ia menilai pelaksanaan RAT yang tepat waktu menjadi indikator organisasi berjalan sehat dan akuntabel. Namun, ia mengingatkan bahwa tanggung jawab terbesar tetap berada pada konsistensi dan profesionalisme kerja di lapangan, terutama saat permintaan masyarakat meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“RAT tepat waktu itu penting sebagai bentuk akuntabilitas. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana anggota tetap disiplin dan profesional saat momentum kebutuhan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, terhentinya aktivitas bongkar muat, meski hanya dalam waktu singkat, dapat menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian daerah.
“Satu hari saja aktivitas berhenti, dampaknya bisa terasa. Pasokan terganggu, harga bergerak naik, dan masyarakat yang menanggung akibatnya,” katanya.
Febby juga menekankan pentingnya memperhatikan kesejahteraan anggota TKBM. Ia menilai pekerja yang sejahtera akan bekerja lebih optimal dan bertanggung jawab.
“Kalau kesejahteraan anggota diperhatikan, mereka akan bekerja lebih baik. Stabilitas harga bukan hanya soal kebijakan pemerintah, tapi juga soal kinerja di lapangan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua TKBM Kota Ambon, Rawidin La Ode, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan profesionalisme anggota pada 2026. Salah satu program prioritas adalah sertifikasi kompetensi bagi seluruh anggota.
“Kami ingin 2026 lebih baik dari tahun sebelumnya. Semua anggota harus memiliki sertifikat sebagai standar profesional kerja di pelabuhan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini peningkatan kompetensi anggota baru mencapai sekitar 50 persen. Padahal, sistem kerja di pelabuhan semakin modern dengan penerapan standar operasional yang ketat serta penggunaan istilah teknis berbahasa asing.
Jumlah anggota TKBM Ambon tercatat sekitar 1.050 orang, terdiri atas 400 buruh bongkar muat, 400 buruh bagasi, dan 250 tenaga cadangan. Dengan komposisi tersebut, TKBM menjadi salah satu elemen vital dalam rantai distribusi logistik di Kota Ambon.
Menjelang Ramadan, peran mereka tidak hanya memastikan barang turun dari kapal, tetapi juga menjaga stabilitas harga di pasar agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Reporter: (AL)

















