Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaNasional

Pemprov Maluku Buka Peluang Investasi Global di Empat Sektor Strategis

61
×

Pemprov Maluku Buka Peluang Investasi Global di Empat Sektor Strategis

Sebarkan artikel ini

KABARINDONESIANEWS.COM Pemerintah Provinsi Maluku terus membuka peluang investasi seluas-luasnya bagi dunia usaha dan investor internasional untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam Forum Harmony Indonesia 1881 yang berlangsung di Hotel Artotel Living World, Cibubur, Bogor, Selasa (18/8/2026).

Sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Umar Alhabsy, menegaskan Maluku memiliki potensi strategis yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru di tingkat nasional maupun global.

Example 300x600

Forum yang digagas Africa, Asia Middle East Chamber of Commerce (AAMECC) Indonesia dengan tema “Sinergitas Global, Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas” itu mempertemukan sejumlah tokoh nasional dan internasional, antara lain Ketua DPD RI, Deputi Otorita IKN, Deputi Bidang Polhukam Sekretariat Kabinet, Direktur Jenderal Kebudayaan, para raja, sultan dan pemimpin adat se-Nusantara, serta pelaku usaha dari Afrika, Asia dan Timur Tengah.

Dalam forum tersebut, Pemprov Maluku memperkenalkan karakter dan keunggulan Maluku sebagai provinsi kepulauan yang menjadikan laut sebagai ruang hidup sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Maluku memiliki wilayah sekitar 712.498 kilometer persegi, dengan 93,5 persen di antaranya berupa perairan. Wilayah tersebut terdiri atas 1.422 pulau dengan garis pantai mencapai 10.914 kilometer.

Kondisi geografis itu menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi berbasis kelautan, pertanian, pariwisata dan energi terbarukan.

Empat Sektor Prioritas Investasi

Pemprov Maluku menawarkan empat sektor utama yang dinilai memiliki prospek investasi besar.

Pertama, sektor kelautan dan perikanan. Potensi perikanan Maluku berada pada tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yakni WPP 714, 715 dan 718 yang mencakup Laut Banda, Laut Arafura dan Laut Seram.

Komoditas tuna, cakalang dan tongkol menjadi salah satu kekuatan utama perikanan Maluku. Selain perikanan tangkap, peluang investasi juga terbuka pada pengembangan budidaya laut yang memiliki potensi sekitar 158 ribu hektare. Namun, pemanfaatannya saat ini baru sekitar 3.816 hektare.

“Peluang investasi terbuka pada sektor pengolahan, cold chain, pengalengan dan penerapan teknologi modern,” demikian disampaikan dalam paparan Pemprov Maluku.

Kedua, sektor pertanian dan modernisasi rempah. Identitas Maluku sebagai Kepulauan Rempah melalui komoditas pala dan cengkeh diarahkan tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga dikembangkan sebagai kekuatan industri bernilai tambah.

Penguatan standardisasi mutu, branding, hilirisasi dan pengembangan produk turunan diharapkan dapat meningkatkan daya saing serta ekspor komoditas Maluku.

Ketiga, pariwisata bahari dan cagar budaya. Destinasi seperti Banda Neira, Kepulauan Kei, Pantai Ora, Ngurbloat, Ngurtafur dan Pulau Bair dinilai memiliki daya tarik bagi pasar wisata internasional.

Peluang investasi di sektor ini mencakup pembangunan akomodasi, transportasi antarpulau hingga pengembangan desa wisata.

Keempat, energi terbarukan. Karakteristik Maluku sebagai wilayah kepulauan membuka peluang pengembangan energi mandiri berbasis tenaga surya, angin, mikrohidro, biomassa, panas bumi hingga energi laut.

Proyek Strategis Didorong Jadi Penggerak Ekonomi

Dalam materi yang disampaikan, Pemprov Maluku juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah. Proyek tersebut antara lain pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Logistics Hub, pengembangan Pariwisata Banda, Bendungan Way Apu, serta program hilirisasi pala dan kelapa.

Menurut paparan Gubernur Maluku yang disampaikan Alhabsy, proyek-proyek strategis tersebut harus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat dan tidak berhenti pada pembangunan fisik.

“Jadi untuk proyek strategis tidak boleh berhenti sebagai proyek fisik semata, melainkan harus menjadi pengungkit terbentuknya rantai nilai, lapangan kerja baru, industri lokal, UMKM yang kuat, serta menghubungkan Maluku dengan pasar nasional maupun global,” tegasnya.

Karena itu, Pemprov Maluku mengajak investor global membangun kemitraan yang inklusif dan berkelanjutan. Investasi diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperkuat industri lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui forum internasional tersebut, Pemprov Maluku menegaskan komitmennya untuk mentransformasikan potensi daerah menjadi rantai ekonomi bernilai tinggi yang terhubung dengan pasar nasional dan global. (Red/Diskominfo Maluku)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page