Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerah

Pemprov Maluku Dorong Pelaku Usaha Lokal Masuk Rantai Pasok Blok Masela

12
×

Pemprov Maluku Dorong Pelaku Usaha Lokal Masuk Rantai Pasok Blok Masela

Sebarkan artikel ini

KABARINDONESIANEWS.COM Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pelaku usaha lokal dan masyarakat untuk menjadi bagian utama dalam rantai pasok pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela. Upaya tersebut dilakukan agar manfaat ekonomi proyek migas terbesar di Maluku itu dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, melalui sambutan yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Maluku, Kasrul Selang, pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela bertema “Pengembangan Ekosistem Rantai Pasok Berbasis Peningkatan Kapasitas Penyedia Barang dan Jasa untuk Menunjang Proyek Abadi LNG” di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026).

Example 300x600

Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada Universitas Pattimura dan INPEX Masela Ltd yang menginisiasi forum tersebut sebagai wadah memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan para pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan Blok Masela.

Menurutnya, keberadaan Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga harus mampu mendorong transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku.

“Kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa kehadiran Proyek Blok Masela tidak hanya menjadi proyek energi berskala nasional, tetapi juga menjadi penggerak transformasi ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku,” ujar Gubernur dalam sambutan tertulisnya.

Ia menilai Blok Masela memiliki nilai ekonomi dan geostrategis yang besar bagi Indonesia serta menjadi momentum penting bagi Maluku untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah. Proyek tersebut diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru yang berkelanjutan.

Namun, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari besarnya investasi maupun kapasitas produksi LNG yang dihasilkan, melainkan dari sejauh mana masyarakat Maluku dapat mengambil peran dalam aktivitas ekonomi yang tercipta.

“Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika masyarakat Maluku menjadi pelaku utama dalam rantai ekonomi yang terbentuk, ketika pelaku usaha lokal mampu menjadi bagian dari rantai pasok, dan ketika generasi muda Maluku memiliki kompetensi untuk mengisi berbagai peluang kerja dan usaha yang tersedia,” tegasnya.

Karena itu, tema FGD dinilai relevan untuk mempersiapkan ekosistem rantai pasok yang kuat dan inklusif. Pemerintah berharap pelaku usaha daerah memperoleh akses yang lebih luas terhadap informasi, pendampingan, sertifikasi, pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi standar industri migas.

Pemerintah Provinsi Maluku, lanjutnya, akan terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan masyarakat guna menyiapkan SDM unggul, memperkuat UMKM dan pelaku usaha lokal, meningkatkan konektivitas serta infrastruktur pendukung, dan menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran Universitas Pattimura sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi yang mampu menghasilkan rekomendasi strategis dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah.

Dalam perspektif pembangunan jangka panjang, Blok Masela diharapkan menjadi katalisator bagi terwujudnya Maluku yang maju, adil, dan sejahtera serta mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

“Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Sebaliknya, kita harus menjadi pelaku, penggerak, dan penerima manfaat utama dari pembangunan yang sedang berlangsung,” katanya.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku berharap lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret yang dapat ditindaklanjuti bersama untuk membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih kuat, kompetitif, dan berdaya saing.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Maluku secara resmi membuka pelaksanaan FGD Blok Masela dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi guna memastikan manfaat proyek strategis tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Maluku.

Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rektor Universitas Pattimura, perwakilan INPEX Masela Ltd, serta pimpinan organisasi perangkat daerah terkait di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku. (Red/Diskominfo Maluku)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page