KABARINDONESIANEWS.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menghadiri sekaligus secara resmi membuka rangkaian tradisi budaya Pukul Sapu Lidi di Negeri Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Ketua Umum BPW Laskar Nusantara Jaya Provinsi Maluku, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Maluku, Bupati Maluku Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan DPRD Kabupaten Maluku Tengah, serta jajaran Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Maluku Tengah.
Selain itu, hadir pula Wakil Wali Kota Ambon, Camat Leihitu bersama Forkopimcam, Raja dan Saniri Negeri Morela, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta peserta dan panitia penyelenggara.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Lie, disampaikan apresiasi atas komitmen masyarakat dalam melestarikan tradisi Pukul Sapu Lidi sebagai warisan budaya turun-temurun.
“Pukul Sapu Lidi bukan sekadar atraksi budaya, tetapi juga mengandung nilai persaudaraan, kebersamaan, sportivitas, serta ketangguhan masyarakat Maluku dalam menjaga identitas budaya,” ujar Sekda saat membacakan sambutan gubernur.
Ia menjelaskan, tradisi tersebut rutin dilaksanakan tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri atau dikenal sebagai perayaan Tujuh Syawal, yang menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan sosial masyarakat.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Maluku juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Maluku.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri, Minal Aidin Walfaizin, mohon maaf lahir dan batin,” kata Sekda.
Lebih lanjut, pemerintah daerah menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya lokal di tengah arus modernisasi dan globalisasi. Tradisi Pukul Sapu Lidi dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Budaya harus menjadi kekuatan dalam membangun karakter, memperkuat persatuan, serta mendorong pengembangan sektor pariwisata di daerah seribu pulau ini,” lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan dikemas secara lebih baik agar menjadi agenda wisata unggulan yang mampu memberikan dampak sosial, budaya, sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
Mengakhiri kegiatan tersebut, Gubernur Maluku secara resmi membuka rangkaian tradisi Pukul Sapu Lidi di Mamala dan Morela, dengan harapan tradisi ini tetap lestari dan menjadi kebanggaan masyarakat Maluku. (AL)

















