KABARINDONESIANEWS.COM — Pengurus Karang Taruna Provinsi Maluku menggelar Temu Karya Pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Provinsi Maluku dengan tema “Satukan Gerakan Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung di Manise Hotel, Ambon, Sabtu (31/1/2026).
Temu Karya tersebut diikuti oleh perwakilan pengurus Karang Taruna dari enam daerah yang saat ini masih berstatus karateker, yakni Kota Ambon, Kabupaten Buru, Kota Tual, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, serta Kabupaten Kepulauan Aru.
Ketua Karateker Pengurus Karang Taruna Provinsi Maluku, Halimun Saulatu, dalam sambutannya menegaskan bahwa Temu Karya bukan sekadar agenda organisasi, melainkan forum strategis untuk evaluasi, konsolidasi, serta penentuan arah gerak Karang Taruna ke depan.
“Temu Karya ini menjadi ruang untuk menyatukan pikiran, menyelaraskan langkah, dan memperkuat komitmen agar Karang Taruna benar-benar hadir sebagai kekuatan sosial pemuda yang berdampak bagi masyarakat Maluku,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Maluku masih menghadapi berbagai tantangan, seperti pengangguran, kemiskinan di wilayah pesisir dan kepulauan, keterbatasan akses ekonomi, serta potensi kerawanan sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut peran aktif pemuda melalui Karang Taruna sebagai organisasi yang berorientasi pada solusi dan kerja nyata.
Halimun menekankan empat agenda utama yang diharapkan lahir dari Temu Karya, yaitu penguatan organisasi hingga tingkat desa dan negeri, penyusunan program berbasis kebutuhan masyarakat, sinkronisasi dengan arah pembangunan daerah, serta orientasi program yang berdampak langsung dan terukur.
“Kita harus menghentikan kegiatan yang tidak produktif dan tidak memberikan nilai tambah. Karang Taruna harus hadir bekerja, bukan hanya berbicara,” tegasnya.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Jahja S. Balyanan, menyatakan bahwa Karang Taruna merupakan mitra strategis pemerintah dalam menangani persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Karang Taruna adalah agen perubahan. Tidak perlu takut untuk berinovasi. Fokuslah pada pemberdayaan ekonomi produktif, penguatan unit usaha, dan aksi sosial nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Dinas Sosial Provinsi Maluku untuk mendukung program-program Karang Taruna yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta mengajak seluruh pengurus menjaga kekompakan demi kemajuan Maluku.
Acara Temu Karya secara resmi dibuka oleh Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi Karang Taruna Pusat, Agus Maimun, yang hadir mewakili Ketua Umum Karang Taruna Nasional.
Dalam sambutannya, Agus menekankan bahwa Karang Taruna lahir dari jiwa kesetiakawanan sosial dan memiliki tanggung jawab besar sebagai mitra strategis pemerintah. Ia juga menjelaskan perkembangan regulasi terbaru Karang Taruna, termasuk berlakunya Peraturan Menteri Sosial Nomor 9 Tahun 2025 yang memperkuat peran Karang Taruna dalam pembangunan sosial.
“Karang Taruna tidak boleh berposisi sebagai oposisi, melainkan harus berjalan bersama pemerintah sebagai subjek pembangunan,” tegasnya.
Agus berharap Temu Karya ini mampu melahirkan kepemimpinan Karang Taruna Maluku yang visioner, berintegritas, dan siap bekerja nyata, sehingga Karang Taruna semakin berkontribusi positif dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (AHL)

















