KABAARINDONESIANEWS.COM –Derasnya hujan yang mengguyur Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara beberapa bulan lalu membawa dampak serius bagi warga. Jembatan kayu swadaya yang selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung ke seberang sungai termasuk menuju tempat pemakaman umum hanyut diterjang banjir. Rabu (4/3/2026)
Putusnya jembatan bukan sekadar menghambat mobilitas, tetapi juga melumpuhkan aktivitas harian masyarakat. Anak-anak kesulitan berangkat sekolah, petani terhambat membawa hasil kebun, dan akses darurat menjadi persoalan genting.
Situasi itu memuncak ketika sebuah video memperlihatkan warga bergotong royong menggotong jenazah menembus derasnya arus sungai demi mengantar ke pemakaman.
Rekaman tersebut viral dan menyentuh perhatian publik.
Respons Cepat Polda Maluku Utara
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono memerintahkan jajarannya untuk segera membangun jembatan permanen yang aman dan kokoh bagi masyarakat.
Sebanyak 17 personel Satuan Brimob diterjunkan ke lokasi dan bekerja bersama warga setempat. Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan material batu dan pasir dari sekitar lokasi.
Kabidhumas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Wahyu Istanto Bram, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian institusi terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
“Perintah Kapolda jelas, harus dibangun jembatan permanen agar akses masyarakat kembali normal dan kejadian serupa tidak terulang saat musim hujan,” ujarnya.
Jembatan Merah Putih Resmi Dimanfaatkan
Jembatan beton yang dibangun memiliki panjang sekitar 12 meter dan lebar 3 meter. Konstruksinya dirancang lebih kuat serta tahan terhadap arus sungai saat musim hujan maupun banjir.
Kini, Jembatan Merah Putih telah berdiri dan resmi dimanfaatkan masyarakat Salube. Akses yang sebelumnya terputus kembali tersambung. Aktivitas warga berangsur normal, mobilitas menjadi lebih aman, serta kebutuhan sosial dan ekonomi dapat terpenuhi tanpa rasa khawatir.
Pembangunan jembatan ini menjadi simbol kolaborasi antara aparat dan masyarakat bahwa di tengah keterbatasan, semangat gotong royong dan kepedulian mampu menghadirkan solusi nyata.
Kaperwil Malut: (SM)

















