KABARINDONESIANEWS.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengapresiasi pelaksanaan dialog publik bertema moderasi kehidupan beragama yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Wilayah Generasi Muda Mathla’Ul Anwar Maluku.
Kepada sejumlah wartawan usai kegiatan, Gubernur menyebut forum tersebut sebagai inisiatif yang positif dan relevan bagi masyarakat Maluku yang majemuk, yang berlangsung di Cafe Baileo, Ambon, Jumat (27/2/2026).
“Saya hadir dalam dialog publik yang diselenggarakan oleh DPW Generasi Muda Mathla’Ul Anwar Maluku. Ini event yang sangat baik karena mengangkat tema moderasi kehidupan beragama di Maluku,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jajaran pengurus atas pemilihan tema yang dinilai bermanfaat dalam memperkuat persaudaraan dan perdamaian.
“Saya mengapresiasi panitia dan pengurus GEMA Mathla’Ul Anwar karena memilih tema yang sangat relevan dan bermanfaat untuk Maluku,” katanya.
Dalam forum tersebut, Gubernur hadir sebagai salah satu narasumber bersama tokoh agama lintas iman. Mereka menyampaikan pandangan tentang pentingnya moderasi dalam membangun relasi antarumat beragama di Maluku.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab mendorong kegiatan yang mempromosikan nilai hidup orang basudara, persaudaraan, perdamaian, dan penghargaan terhadap kemajemukan.
Ia juga menegaskan bahwa moderasi beragama tidak boleh disalahartikan sebagai upaya menyatukan keyakinan.
“Moderasi keberagaman jangan disalah tafsirkan seolah-olah mau disatukan. Tidak sama sekali. Itu adalah cara pandang kita sebagai umat beragama dalam membangun relasi dengan umat beragama yang lain,” tegasnya.
Sebagai Gubernur, ia menyatakan kebanggaannya terhadap inisiatif generasi muda tersebut dan memastikan dukungan terhadap kegiatan serupa ke depan.
“Saya bangga dengan teman-teman DPW GM Mathla’ul Anwar Maluku. Ini untuk Maluku pung bae, dan saya akan mendukung kegiatan seperti ini di masa mendatang,” pungkasnya.
Secara terpisah, Ketua DPW GEMA Mathla’Ul Anwar Maluku, Bansa Hadi Sella, menjelaskan bahwa dialog publik tersebut merupakan kegiatan perdana yang digagas sebagai ruang perjumpaan generasi muda lintas iman.
Ia menyebut, sebagai bagian dari organisasi yang berafiliasi dengan Mathla’ul Anwar—ormas Islam yang dikenal luas di Indonesia—GM Mathla’ul Anwar Maluku merasa terpanggil menghadirkan ruang dialog di tengah meningkatnya eskalasi isu sensitif beberapa waktu terakhir.
“Belakangan ini ada wacana-wacana propaganda yang didesain dan disebarkan melalui media sosial maupun grup WhatsApp. Misalnya narasi yang menyebut Gubernur anti-Islam karena latar belakang keyakinannya. Itu bisa menjadi upaya membenturkan dua komunitas besar di Maluku,” ujarnya.
Menurutnya, isu-isu semacam itu berpotensi memicu kecurigaan dan perpecahan apabila tidak disikapi dengan bijak. Karena itu, pihaknya sengaja mengundang pemuda lintas agama—Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, dan Buddha—untuk duduk bersama dalam dialog yang digelar di Cafe Baileo, Ambon.
Pemilihan lokasi tersebut, kata dia, memiliki makna filosofis sebagai “rumah bersama”, sebagaimana Maluku adalah rumah bersama seluruh warganya.
“Katong harus jaga Maluku tetap aman dan damai. Hidup berdampingan dengan keyakinan masing-masing, tanpa saling mengusik, tetapi tetap menjaga kerukunan,” katanya.
Ia menambahkan, dialog tersebut bukanlah akhir, melainkan langkah awal membangun peta jalan gerakan anak muda ke depan. Ia mendorong agar ruang-ruang perjumpaan seperti diskusi di rumah kopi, ruang publik, maupun tempat olahraga dapat terus dihidupkan.
“Kalau anak muda sering berjumpa dan berdiskusi, itu bisa menghindari saling curiga dan mencegah isu negatif dikonsumsi mentah-mentah tanpa verifikasi,” jelasnya.
Bansa menegaskan, kegiatan penyadaran semacam ini akan terus dilakukan sebagai upaya moderasi untuk mencegah peristiwa-peristiwa konflik di masa lalu terulang kembali di Maluku.
“Diskusi ini adalah jalan tengah, bagian dari upaya moderasi agar hal-hal yang pernah terjadi di masa lalu tidak terulang di masa kini maupun masa depan,” tandasnya. (AHL)

















